Jumat, 06 Mei 2011

What kind of breakfast person you are?

Makan pagi...ayo bangun bangun..cepat bangun, sarapan sudah siap..
itu kayaknya kalimat biasa yang kita dengar setiap matahari belum terbit..dari kita kecil sampai kita bahkan sudah punya anak sendiri. Saya tidak pernah lupa kalau dari kecil selalu harus makan dulu sebelum berangkat sekolah. Apa yg biasa saya makan waktu kecil ? Ternyata penuh gizi..oatmeal campur susu, bubur kacang hijau, nasi goreng, nasi dan telur mata sapi...ya itu sarapan yg bisa saya ingat waktu saya kecil.

Kemudian hari, setelah kuliah sya jadi mulai sarapan dengan roti> ini karena lebih praktis sebagai anak kost, roti bisa lebih cepat dimakan dan persiapannya tidak lama. Setelah menikah dan saya berkesempatan pulang kampung ke Sulawesi Utara, makan pagi lebih bervariasi yaitu Tinutuan alias bubur Menado. Dimana hampir segala sayur dijadikan satu dan dimakan dengan sambal roa, bahkan aslinya dimakan dengan mie juga. Awalnya saya sulit makan dengan porsi seberat itu, tapi ternyata enak juga..cuma masih pagi sudah keringatan akibat sambal roa yang pedas.

Saat lain di Amerika, makan pagi menjadi lebih praktis yaitu cereal dan susu dingin. Dari yang tidak suka susu, saya mendadak jadi peminum susu di Amerika. Rupanya sapi disana memang berbeda ya, sampai jelas menghasilkan susu yang gurih dan nikmat. Ga heran heran kalau segala umur minum susu di negara Paman Sam itu, karena rasanya nikmat. Selain cereal, week end breakfast juga sering dengan pancake, sosis dan telur orak arik. Khusus yang ini dari cium baunya saja sudah dijamin langsung lapar.

Ibu saya selalu menekankan kalau makan pagi itu yang paling penting, tidak boleh dilewatkan. Dan kebiasaan makan pagi dari kecil membuat saya tidak bisa meninggalkan rumah sebelum makan, walau itu hanya sepotong roti..atau cereal, atau sering kali perpaduan antara makan siang dengan makan pagi,karena ada nasi, telur dan gorengan tahu tempe. Mungkin bagi orang expat, makanan pagi saya terlalu berat..tapi bukankah lebih baik makan pagi yang berat dibandingkan makan malam yg berlebihan?

Sekarang jika melihat tampilan di TV, dimana anak2 yang tidak diberi makan pagi bergizi dirumah tapi malah diberi uang jajan, membuat hati saya terusik. Apa yang bisa diharapkan dari seorang anak untuk tumbuh sehat dan kuat jika tidak didasari gizi cukup? Apakah uang jajan sudah dapat membeli gizi untuk pertumbuhan atau apakah jajan sudah disamakan derajatnya dengan makan sesungguhnya ?

0 komentar:

 
Template by suckmylolly.com