Jumat, 26 Agustus 2011

Tas dan Fungsinya

Semua perempuan..dari yang masih kecil sampai dewasa di panggil Mbak..atau Kakak dan beranjak menjadi wanita dewasa ..kemudian menjadi Ibu dan bahkan Oma sekalipun pasti tak pernah lepas dari tas. Dari tas selempang..tas tangan..ransel sekalipun dan tas kerja..semua punya. Bahkan ada yg punya 12 warna..sehingga bisa disesuikan dengan baju dan kalau bisa sekalian sama sepatu.

oke..sekarang mari lihat isi tas saya yaitu tas yang sehari-hari saya pakai, ukuran besar..sisir, body lotion ukuran kecil, cairan pencuci tangan, beragam jepit rambut, dompet lipstik ukuran kecil, bolpen, hand phone dan chargernya,kunci rumah,dompet Ipod,minyak angin,gadget dan dompet ukran besar berisikan uang, tanda pengenal, kartu bank dan kartu karyawan...wuh rasanya kalau tas bisa bicara, dia pasti minta dikurangin bebannya. Saat bepergian ke gereja misalnya saya berusaha untuk mengurangi isi tas..karena tas ke gereja lebih kecil ukrannya. Untung hanya 2-2,5 jam..sehingga bisa tereliminasi beberapa barang. Tapi kalau pergi lama tetap setumpuk barang tadi harus dibawa..padahal terkadang tidak dipakai. Contoh misalnya, hand lotion sudah sering dijamin tidak dipakai tapi tetap selalu dibawa. Gadget dan Ipod bisa di keluarkan kalau mau sepanjang jalan tidur..nah sudah lumayan berkurang kan ? Berarti selama ini kita terbiasa hidup dengan tas berdasarkan kebiasaan bukan berdasarkan kebutuhan...

Jumat, 06 Mei 2011

What kind of breakfast person you are?

Makan pagi...ayo bangun bangun..cepat bangun, sarapan sudah siap..
itu kayaknya kalimat biasa yang kita dengar setiap matahari belum terbit..dari kita kecil sampai kita bahkan sudah punya anak sendiri. Saya tidak pernah lupa kalau dari kecil selalu harus makan dulu sebelum berangkat sekolah. Apa yg biasa saya makan waktu kecil ? Ternyata penuh gizi..oatmeal campur susu, bubur kacang hijau, nasi goreng, nasi dan telur mata sapi...ya itu sarapan yg bisa saya ingat waktu saya kecil.

Kemudian hari, setelah kuliah sya jadi mulai sarapan dengan roti> ini karena lebih praktis sebagai anak kost, roti bisa lebih cepat dimakan dan persiapannya tidak lama. Setelah menikah dan saya berkesempatan pulang kampung ke Sulawesi Utara, makan pagi lebih bervariasi yaitu Tinutuan alias bubur Menado. Dimana hampir segala sayur dijadikan satu dan dimakan dengan sambal roa, bahkan aslinya dimakan dengan mie juga. Awalnya saya sulit makan dengan porsi seberat itu, tapi ternyata enak juga..cuma masih pagi sudah keringatan akibat sambal roa yang pedas.

Saat lain di Amerika, makan pagi menjadi lebih praktis yaitu cereal dan susu dingin. Dari yang tidak suka susu, saya mendadak jadi peminum susu di Amerika. Rupanya sapi disana memang berbeda ya, sampai jelas menghasilkan susu yang gurih dan nikmat. Ga heran heran kalau segala umur minum susu di negara Paman Sam itu, karena rasanya nikmat. Selain cereal, week end breakfast juga sering dengan pancake, sosis dan telur orak arik. Khusus yang ini dari cium baunya saja sudah dijamin langsung lapar.

Ibu saya selalu menekankan kalau makan pagi itu yang paling penting, tidak boleh dilewatkan. Dan kebiasaan makan pagi dari kecil membuat saya tidak bisa meninggalkan rumah sebelum makan, walau itu hanya sepotong roti..atau cereal, atau sering kali perpaduan antara makan siang dengan makan pagi,karena ada nasi, telur dan gorengan tahu tempe. Mungkin bagi orang expat, makanan pagi saya terlalu berat..tapi bukankah lebih baik makan pagi yang berat dibandingkan makan malam yg berlebihan?

Sekarang jika melihat tampilan di TV, dimana anak2 yang tidak diberi makan pagi bergizi dirumah tapi malah diberi uang jajan, membuat hati saya terusik. Apa yang bisa diharapkan dari seorang anak untuk tumbuh sehat dan kuat jika tidak didasari gizi cukup? Apakah uang jajan sudah dapat membeli gizi untuk pertumbuhan atau apakah jajan sudah disamakan derajatnya dengan makan sesungguhnya ?

Jumat, 18 Februari 2011

Gebrakan 2010

wah ternyata di tahun 2010 saya tidak banyak mengisi blog ini. Kasian deh..tiap mau menulis sudah keburu sibuk..maklum 2010 banyak yang dialami. Dari asisten dapur yg resign dan anak yg pindah sekolah ke Jakarta. Dua hal itu sangat berpengaruh. Untung saat asisten pulang, K sudah tidak perlu bawa bekal lunch kesekolah karena tinggal try out saja. Jadi wajarlah kalau keinginan pribadi jadi tersisihkan. jauh2 hari sebelum asisten berangkat saya sudah belajar mengurus semua sendiri..bagaimanapun kita tidak sehebat mereka, jadi belajarlah pelan2.Tapi ternyata sendiri itu enak juga. Kapan mau dibereskan..kita bereskan. Tapi kalau kita tau ini perlu dibereskan dan ternyata tidak dikerjakan oleh asisten, hati kita kan jengkel ya..
Jadi tahun 2010 ini jadi gebrakan baru..yang herannya K jadi senang masakan saya..padahal cuma sekelas ayam kecap..sup tahu...tapi dia senang. Bagaimana kalau saya dulu ikut kursus masak ya? pasti makannya tambah2. Satu lagi yang kubanggakan dari keluarga kecil ini, semua ngerti tanggung jawab dengan kunci masing2. Kami masing2 pegang kunci sendiri dan tidak pernah ketinggalan...dan sepertinya ini yang terbaik, belajar mandiri...begitulah 2010 banyak yang tak tertuliskan..UAN kelas 9..study tour K9 ke Singapura,..K9 ke Grasberg dan Underground dan Wisuda.good bye 2010

Sabtu, 04 Desember 2010

Christmas function every day

Blogg ini nyaris dilupakan..lupa total, sampe ke passwordnya pun lupa. Setahun kayaknya ngak nulis disini..mau buka blogg aja mikir password yg lupa itu. Untunglah ada 'asisten' yang mengingatkan kaykanya loginnya ini loh...nah ternyata dia betul dan benar. Cihuy terbuka...

Hari ini sudah tanggal 5 December..sudah 5 kali nyanyi Malam Kudus, mestinya udah hapal luar kepala bait 3-4 sampe ke bahasa kampung tua sekalipun..OMG. Ternyata ada hikmahnya juga 5 kali Natalan. Dan malam ini Natalan KKBSU, Menado punya.
Tiap Natalan ada ciri khasnya.. kalau Natal PW PKB itu semua rapi dan suasana lebih tenang, Natal PW Oikumene didominasi Batik...Natal GKI karena kita di RT ini penitia jadi kita pake seragam merah-merah. Seumur hidup baru kali ini saya pakai celana merah..kalau joke orang Menado bilang " Merah banyak doi " amin deh.

Senang aja liat orang pada semangat ke Natalan tapi kadangmalah kita lupa bahwa sebelum Natal itu ada minggu advent dulu...dan sepertinya minggu advent itu terturup oleh acara Natalan ini...
oke siap2 dulu deh..mau nyanyi Malam Kudus ke 6 kalinya..GBU all

Sabtu, 09 Oktober 2010

Multi Tasking

Ternyata tanpa disadari kaum perempuan selalu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dengan hasil yang baik atau nyaris sempurna. Setiap pagi kita (tolong dibaca kita itu maksudnya Ibu rumah tangga yang juga karyawati dan tidak punya pembantu dirumah)..bangun tidur langusng melakukan beberapa pekerjaan bersamaan. Masak air sambil goreng telur, sambil juga menyiapkan roti dan irisan buah untuk dibawa ke sekolah dan tempat kerja. Kalau list kerja diatas terganggu salah satunya pasti berdampak bagi orang lain. Contoh saja, kalau tidak masasak air panas berarti si ayah tidak minum kopi dan si anak tidak minum susu. Ga motong buah untuk bekal sekolah itu sama aja tidak memberikan asupan gizi yang baik pada anak. Tuh lihat...sungguh hebat kita kaum wanita. Semua bergantung pada multi tasking kita. Kalau ga multi tasking semua bisa terlambat. Kemaren saya sempat melakukan multitasking yang tidak rbiasa dan sedikit bahaya. Tangan kiri menggoreng bakwan dan tangan kanan memegang hair dryer. Saya harus extra hati2 karena saya tau ini bahaya. Tapi demi berangkat kerja dengan rambut kering rapi maka saya nekad melakukannya. Dan memang berhasil. Tapi kadang tidak ada appreciate untuk multi task ini. Tidak ada ucapan terima kasih untuk kerja kita..walau kalau kita tidak ada mereka merindukan kita. Hahaha..kita perempuan memang ternyata ditakdirlan untuk punya karunia multitask..mari kita nikmati dan live it that way

Selasa, 23 Maret 2010

Janji Nikah

Janji Nikah tuh sepertinya gampang, pendeta yang bacain kita tinggal ngafalin jawabannya. Kenapa bukan penganten yg bicara langsung supaya lebih afdol begitu...saya kurang paham. Yang lucunya kenapa janji itu sepertinya dilupakan begitu aja ya? Tuh buktinya kalo suami sakit saya tetap tidur. Suami sakit gigi saya tetap makan. Yah mungkin karna walau dia sakit, tapi saya kan tetap masakin makan dia..hehe mungkin ga ya janji nikah itu di ucapkan seminggu sekali buat refresh? Kalo lagu kesukaan aja bisa kita hafalin masak janji nikah ga bisa?

Sabtu, 06 Maret 2010

Keturunan Gaul..

Saya merasa patut bersukur kepada Tuhan karena diberikan seorang Ibu yang menurut istilah sekarang gaul abiz. Menjelang usianya ke 70 tahun ini beliau punya face book sendiri..kalau mungkin Ibu2 lain atau Oma2 lah namanya baru sampai ke tahap kirim SMS maka Ibu saya sudah sampai ke tahap Face Book dan bahkan sudah mulai tahap Skype. Tuh hebat ga...jadi rasanya ga jauh2 amat berpisah ama anaknya, kangen dikit tinggal SMS untuk set up Skyp. Kurang apa coba..
Dalam hal berpakaian juga Ibu saya sangat memperhatikan penampilan. Salah satu talenta beliau memang menjahit sehingga jangan heran kalau beliau sangat memperhatikan every details di bajunya. Beliau mengerti baju mana yang bisa disebut bagus jahitannya dan mana yang bisa disebut asal jait. Beliau selalu berhasil tampil dengan pesona diusia 70, the diamond age. pesona bukan dalam hal tampil mewah dengan asesoris berlian, tapi tampil anggun dan rapi dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Dalam soal makan, Ibu saya yang memiliki 9 cucu dari usia 15 sampai 23 tahun ini juga punya prinsip "makan untuk hidup". Dimanapun dan acara apapun dia berhasil menjaga pola makannya dengan baik. Makan apa yang sehat dimakan dan berhenti sebelum merasa kenyang. "You are what you eat" begitu yang selalu diucapkan. Tak heran jika beliau sangat jarang sakit. Oiyalah pernah sakit...itu karena warisan dari anak cucu. Pernah anggota keluarga ada yang kena demam berdarah..maka tak lama kemudian beliau juga kena..dan yang lain2 kena semua..sehingga dijadikan lelucon oleh kakak saya..mungkin karena rumah kami ini dekat dengan rumah sakit sehingga penyakit juga sering datang. Disebut rumah kami, karena 2 dari 4 anak Ibu tinggal tidak jauh dari rumah Ibu, bisa jalan kaki 10' dan 30'. Tak heran kalau sebentar2 anak cucu akan mapir kerumah Ibu. Well, kami memang semua tinggal disana sampai menikah.

Pengalaman Ibu dibidang bongkar pasang juga mungkin tidak ada tandingannya di negara kita ini. Mungkin..munmgkin loh, cuma Ibu saya yang pernah ikut terjun langsung dalam bongkar pintu untuk ganti cat. Kalau saya mungkin bisa cat pintu sendiri tapi Ibu saya, beliau melepas daun pintu untuk di cat dan dipasang ulang setelah cat mengering. Ibu juga pernah naik ke atap rumah untuk memeriksa ada yg bocor di genteng. Ibu pernah bongkar pasang lemari juga walau perannya kecil. Drive jauh dan berjam2 ? Ibu juga pernah..walau ada break nya. Ban mobil kempes? Ibu juga pernah kerja sendiri, bahkan kami 4 anak2nya yang semua perempuan ini pernah diajari cara bongkar pasang ban, just incase dijalan pecah ban.

Disaat menjelang usia 70 ini beliau memang kami inginkan tidak banyak melakukan hal2 seperti itu lagi..tapi dimata kami beliau tetap wanita yang tak tertandingi. GBU Mom..

 
Template by suckmylolly.com