Saya ga akan lupa waktu itu hari Kamis dan saya lari ke Bank saat makan siang untuk mengurus transfer ke Asuransi. Seharusnya ini auto Debit tapi karena satu dan dua hal, auto debitnya terputus sehingga saya harus cepat2 ngurus ke Bank. Dan setelah semua beres, saya diminta mengirimkan copy halaman depan dari buku tabungan saya tersebut ke asuransi. Lihat jam, sudah jam 12.15 siang sementara jam 1 sudah harus ada dikantor. Saya cepat2 pulang dan taruh tas dengan aman dikamar. Ceritanya hari ini harus pulang cepat untuk hadir jam 5 di acara Natal sekolah. Buku tabungan saya selipkan dikantong belakang celana. Dan jam 4 saya sudah lari2 pulang untuk siap2 berangkat ke Natalan.
Jumat pagi, Idul Adha..tanggalan merah tapi seperti biasa kita tetap masuk kantor on time. Setumpuk baju kotor di belakang pintu kamar saya masukan kedalam mesin cuci sedari jam 5 subuh dan sebelum berangkat kantor masih sempat saya pindahkan ke mesin pengering. Malamnya saya teringat dengan buku tabungan tapi saya cari koq ga nemu ya? Besok paginya saya angkat pakaian dari mesin cuci dan ngeliat kok banyak amat kertas2 hancur bertebaran di lantai dan nempel2 dibaju. Saya pikir wah pasti nih ada yang gak keluarin kertas tissue dari kantong celana. Tapi terakhir saya nemuin kertas merah yang hancur dengan tulisan Bank........... sudah nyaris hancur. Sadarlah saya kalau itu buku tabungan yang kemaren ditaruh dikantong celana sekarang sudah hancur. Kenapa ya kalau orang lain yang melakukan itu untuk kita, kita psti marah luar biasa. Tapi kalau ini terjadi karena kesalahan kita sendiri, kita jadi diam dan tidak mampu berkata2 lagi? Apakah kita tidak berhak memarahi kesalahan diri sendiri?
Ini bukan money laundry..tapi buku tabungan saya hancur tak bersisa setelah di diputar2 di mesin cuci dan kena panas di dryer machine...nasib..nasib..


0 komentar:
Posting Komentar